<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>C4T4T4N B1454</title>
	<atom:link href="http://hamsin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hamsin.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2009 12:59:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hamsin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e8bb2db72cb2f881ee014629c8384b18?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>C4T4T4N B1454</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Menyepi</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/18/menyepi/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/18/menyepi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 07:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1071</guid>
		<description><![CDATA[Jika ada waktu yang paling tepat untuk merasakan betapa pentingnya peran orang lain bagi diri kita, adalah pada saat menyendiri. Apabila kita menikmati saat-saat itu lalu susunlah ia menjadi bangunan yang bernama kepentingan. Kita akan merasakan betapa kita punya begitu banyak kepentingan kepada orang lain, baik kita sadari secara langsung maupun tidak. Dewan juri yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=1071&subd=hamsin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jika ada waktu yang paling tepat untuk merasakan betapa pentingnya peran orang lain bagi diri kita, adalah pada saat menyendiri. Apabila kita menikmati saat-saat itu lalu susunlah ia menjadi bangunan yang bernama kepentingan. Kita akan merasakan betapa kita punya begitu banyak kepentingan kepada orang lain, baik kita sadari secara langsung maupun tidak. Dewan juri yang memanggil seorang juara, tentu hanya akan menyebut nama orang yang bersangkutan. Padahal, di belakang sang juara itu pasti ada sejumlah tangan yang berperan penting dalam kehidupannya. Orang tua, teman, pelatih, dan suporter.</p>
<p><span id="more-1071"></span>Mereka ini tentu tahu diri untuk tidak mengklaiam bahwa diri mereka punya andil bagi sang juara. Cobalah dimulai dari orang tua. Jika mereka tak merestui sang juara untuk bertanding. Mungkin ceritanya akan lain. Begitu juga teman, pelatih dan supporter. Bayangkanlah jika tak ada sosok-sosok mereka di samping sang calon juara yang sedang bertarung dalam pertandingan. Jadi, sesungguhnya ketika namanya dipanggil sebagai pemenang, sang juara hanyalah sedang memainkan sebuah peran menjadi duta bagi orang tua, teman, pelatih, atau supporter yang telah mengamanahkan sebuah kepercayaan kepada dirinya.</p>
<p>Pada saat sendiri kita baru merasakan betapa terlalu lemahnya diri kita jika harus bertarung seorang diri. Disinilah kita baru merasakan bahwa diri kita sesungguhnya tidak menyediakan tempat bagi kesombongan, karena seluruh ruangannya telah diisi oleh jasa-jasa orang lain yang tak terhitung jumlahnya. Ketika kesombongan telah menguasai diri kita. Kita kosongkan ruang-ruang itu, lalu kita undang kesombongan untuk bersemayam di dalamnya. <strong>Berkaitan dengan itu selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan bathin penulis mau mudik dari dunia maya dalam waktu yang cukup lama.</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1071/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1071/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1071/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=1071&subd=hamsin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/18/menyepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perang</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/13/perang/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/13/perang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 02:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1057</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat kita hanya punya satu rujukan jika disodorkan kata “penjajahan”, rujukannya tak lain adalah gelombang kolonisasi yang dibawa oleh negara-negara asing (portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang). Dalam pandangan mereka tak ada gambaran lain tentang definisi penjajahan selain tindakan biadab para kompeni yang mencoba menganggu bumi pertiwi. Tak mengherankan jika kemudian rujukan mereka tentang “perlawanan” juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=1057&subd=hamsin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Masyarakat kita hanya punya satu rujukan jika disodorkan kata “penjajahan”, rujukannya tak lain adalah gelombang kolonisasi yang dibawa oleh negara-negara asing (portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang). Dalam pandangan mereka tak ada gambaran lain tentang definisi penjajahan selain tindakan biadab para kompeni yang mencoba menganggu bumi pertiwi. Tak mengherankan jika kemudian rujukan mereka tentang “perlawanan” juga hanya satu, yakni kontak senjata antara para pahlawan dan tentara asing. Dalam pandangan mereka tak ada gambaran lain tentang perlawanan selain berperang, membunuh atau terbunuh.</p>
<p><span id="more-1057"></span>Dalam batas-batas tertentu, pandangan ini tentu saja tidak salah. Apalagi jika diingat bahwa perang menuntut keberpihakan, yang berarti juga menunjukkan pembelaan dan kecintaan. Tetapi, jika pandangan ini diperjelas nilainya, tersimpan sebuah bahaya besar yang dapat membunuh orientasi kepribadian sebuah bangsa. Kalau rujukan kata penjajahan adalah eksodus besar-besaran tentara berkulit putih yang kemudian membuat hura-hura di tanah air, maka konsikuensinya di alam modern ini tak ada lagi proses yang namanya penjajahan. Kata penjajahan dengan definisinya yang demikian juga bisa dihilangkan saja dari kamus bahasa. Toh tentara kompeni itu sudah angkat kaki dari negeri kita, tak ada lagi perang. Tak ada lagi acara bunuh membunuh. Begitu pula pandangan tentang perlawanan. Jika perlawanan berarti mengangkat senjata, bersiap siaga untuk sewaktu-waktu menembak tentara yang lewat, maka perlawanan seperti itu sudah tak berlaku lagi sekarang. Siapa yang mau ditembak jika penjajahnya sudah lama minggat.</p>
<p>Maka konsikuensi yang diterima masyarakat kita hari ini adalah menampilkan pandangan mereka tentang penjajahan dan perlawanan itu dalam bentuk pentas panggung. Mereka bikin drama peperangan, dar-der-dor. Setelah acara selesai apa yang tersisa? Tidak ada. Padahal mereka hidup di alam yang juga sedang memperagakan penjajahan: pakaian minim, panggung hiburan, seks bebas, narkoba, pornograpi dan bla…bla…Tetapi bentuk penjajahan itu sama dengan pandangan mereka terhadap penjajahan yang pertama. Alhasil, bentuk perlawanan terhadap penjajahan itu tak pernah ada, karena menurut mereka seusai perang tak ada lagi perlawanan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1057/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=1057&subd=hamsin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/13/perang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pahami perbedaan demi persatuan</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/06/pahami-perbedaan-demi-persatuan-2/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/06/pahami-perbedaan-demi-persatuan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 08:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1048</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya apa yang sering kita perhatikan saat sekarang bukanlah suatu hal yang asing dalam fenomena bangsa Indonesia, mengingat bangsa kita sangat kaya dengan beraneka ragam macam perbedaan. Setiap masyarakat tertentu dalam bangsa Indonesia memiliki perbedaan, baik dari etnis dan berbeda pula budayanya masing-masing. Dengan adanya perbedaan ini menyebabkan adanya kemajemukan budaya dalam bangsa yang patut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=1048&subd=hamsin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebenarnya apa yang sering kita perhatikan saat sekarang bukanlah suatu hal yang asing dalam fenomena bangsa Indonesia, mengingat bangsa kita sangat kaya dengan beraneka ragam macam perbedaan. Setiap masyarakat tertentu dalam bangsa Indonesia memiliki perbedaan, baik dari etnis dan berbeda pula budayanya masing-masing. Dengan adanya perbedaan ini menyebabkan adanya kemajemukan budaya dalam bangsa yang patut diterima sebagai rahmat sang pencipta. Oleh karena itu dengan adanya kemajemukan tersebut perlu di syukuri, di pelihara dan dipertahankan sebagai kekayaan khas yang dimiliki bangsa ini.</p>
<p><span id="more-1048"></span>Harus diakui pula bahwa dalam perbedaan tersebut mengandung potensi yang dengan mudah dapat dijelmakan menjadi permusuhan dan pertentangan. Sejalan dengan itu berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara hukum, maka sepatutnya perwujudan demokrasi dan keadilan benar-benar harus ditegakkan demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat yang bersatu. Semakin aman dan sejahtera masyarakat yang menikmati keadilan dalam berdemokrasi semakin kokohlah pula persatuan bangsa ini.</p>
<p>Dalam hubungannya dengan kehidupan sosial, khususnya dengan adanya perbedaan komunitas etnis tertentu tak mungkin hidup mandiri, karena satu sama lain adalah mempunyai sikap saling tergantung, saling membutuhkan dan juga hidup saling berinteraksi diantara sesama yang berbeda. Oleh karena itu masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai jenis kelompok masyarakat harus memiliki sifat saling menghargai, saling peduli dan saling melindungi demi keutuhan persatuan dan demi menjaga semakin kokohnya persatuan.</p>
<p>Indonesia merupakan sebagai negara yang memiliki hamparan lautan yang luas dan di taburi oleh berbagai kepulauan, hadir dalam sebuah wujud perbedaan dan kemajemukan komunitas etnis dan budaya-budaya etnis lokal. Perbedaan letak geografis dengan fauna dan flora yang berbeda menjadi tumpuan komunitas etnis dan budaya yang berbeda pula. Oleh sebab itu secara ideologis-politik komunitas etnis dengan kemajemukan budayanya di satukan dalam sebuah semboyan bhinneka tunggal ika. Semboyan tersebut pada dasarnya bertujuan sebagai upaya pengembangan berbagai budaya nusantara di bawah payung budaya nasional pancasila yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan dalam wujud persatuan nasional Indonesia.</p>
<p>Kita sebagai rakyat dan bangsa Indonesia saat ini sedang berada dalam suatu kondisi keterpurukan, yang pada dasarnya hal ini memberi pemahaman yang jelas pada kita tentang gagalnya bangsa ini memberlakukan perbedaan dan kemajemukan budaya sebagai anugrah sang pencipta dan kekuatan untuk membangun persatuan nasional melalui perwujudan nilai keadilan. Ternyata saat sekarang ideologis kita gagal menegakkan keadilan di dalam berdemokrasi, demokrasi dan keadilan sebagai substansi nilai yang dapat menciptakan persatuan antara warga, kelompok dan komunitas masyarakat nusantara gagal diwujudkan dan ditegakkan. Tanpa keadilan, demokrasi dapatlah kita katakan hanya sebuah kata sederhana hampa tanpa bermakna. Dengan demikian pada kehidupan sekarang tak jarang atas nama demokrasi, kekuasaan dikelola secara tidak adil. Ironisnya lagi pada saat ini bukanlah demokrasi yang benar-benar diwujudkan melainkan hanyalah sebagai kiasan demokrasi semata sehingga secara langsung persatuan hanyalah persatuan semu.</p>
<p>Jika bangsa Indonesia saat ini sudah mengalami berbagai persoalan yang berat dan kehancuran, yang parah lagi terjadi pada kekayaan tanah air semakin terkuras oleh pelahapnya dan hanya sebagian orang beruntung. Dibalik itu, terdapat para warga dan kelompok yang menghuni negara ini kehilangan kasih pada sesama, tidak saling peduli, tidak saling bantu dan memperjuangkan serta mengutamakan kepentingan sendiri. Selain itu juga tak jarang pada saat ini berlaku hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang berkuasa.</p>
<p>Disamping itu juga bangsa kita diwarnai juga dengan masih merajalelanya kejahatan korupsi, masih maraknya keberpihakan kelompok dalam sistem kekerabatan (nepotisme) dan kepentingan kawan, salah urus negara, salah urus rakyat, birokrasi yang cenderung tidak melayani melainkan menuntut pelayanan dan pengelolaan politik yang semakin menjurus pada usaha penumpukan kuasa dan materi. Pada dasarnya kejahatan tersebut bertentangan dengan kemanusian dan keadilan yang pada dasarnya menghancurkan seluruh masyarakat Indonesia.Selain itu juga pada saat ini terdapat pamer kemewahan oleh orang yang memiliki kelebihan, banyak harta, terdapat kemiskinan, kemeralatan dan kesengsaraan rakyat. Dari penjelasan tersebut dapatlah kita katakan bangsa Indonesia saat ini ini menunjukkan jauhnya masyarakat dari keadilan.</p>
<p>Mengakhiri sebuah tulisan sederhana ini, kehidupan komunitas etnis nusantara yang hidup di atas geografis alam yang berbeda-beda merupakan kekuatan yang ampuh sebagai penopang persatuan nasional. Dengan alasan tersebut semakin majunya perubahan yang dialami bangsa Indonesia bila dengan persatuan tidak akan menyebabkan bangsa Indonesia kehilangan jati dirinya. Meskipun untuk maju saat ini bangsa kita sering dihambat oleh berbagai faktor yang menyebabkan bangsa Indonesia terpuruk.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1048/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1048/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1048/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=1048&subd=hamsin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/09/06/pahami-perbedaan-demi-persatuan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Goresan Pena</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/07/30/goresan-pena/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/07/30/goresan-pena/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 12:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/2009/07/30/goresan-pena/</guid>
		<description><![CDATA[Matahari merangkak tinggi. Hari sudah semakin dewasa, langit biru yang membentang indah tetap setia memayungi bumi. Pohon-pohon yang berderet di sepanjang jalan selalu meniupkan kesegaran hidup. Angin semilir nan sejuk yang selalu jadi kerinduan tetap menyanyikan lagu merdu membelai daun-daun kehidupan yang terus bergeliat. Kota Tanah Grogot. Pusat ibukota di kabupaten ini seakan tak pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=1006&subd=hamsin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Matahari merangkak tinggi. Hari sudah semakin dewasa, langit biru yang membentang indah tetap setia memayungi bumi. Pohon-pohon yang berderet di sepanjang jalan selalu meniupkan kesegaran hidup. Angin semilir nan sejuk yang selalu jadi kerinduan tetap menyanyikan lagu merdu membelai daun-daun kehidupan yang terus bergeliat. Kota Tanah Grogot. Pusat ibukota di kabupaten ini seakan tak pernah mati. Selalu hidup mendenyutkan jantung setiap penduduknya yang selalu bergumul dengan aktivitas yang tiada henti. Letaknya yang tepat di jantung kabupaten membuatnya selalu ramai dari aktivitas yang semakin hiruk-pikuk dari hari ke hari seiring dengan perkembangan zaman. Di tempat ini, ikut pula aku  meramaikan jalanan tersebut menuju tempat pengabdian.</p>
<p><span id="more-1006"></span>Beberapa kilometer. Butuh waktu selama itu dapat menjejakkan kaki kembali di tempat pengabdian berseragam putih abu-abu. Sebuah perjalanan panjang mencari jati diri hakiki. Menjadi manusia berharga. Ruang itu begitu bersih, penuh keindahan di dindingnya. Goresan cat warna hasil karya jemari  terampil membuat aku terpesona memandang lukisan tersebut. XII IPS sebuah ruangan yang terkenal dengan penghuni liar. Kuperhatikan mereka nampak sudah beranjak dewasa, ramah menyambutku. Tapi dibalik itu, aku kecewa dibohongi dengan alasan bak pahlawan untuk mengambilkan alat tulis. Lama nian kutunggu tak kunjung juga batang hidungnya. Memang terkadang di hatiku miris menerimannya. Tapi, apa boleh buat nampaknya “karma” berlaku padaku. Meskipun sempat kecewa, namun aku justru merasa berterima kasih pada sosok pahlawan tersebut, karena bisa memberikan pelajaran berharga padaku.</p>
<p>Mesin waktu mengantarkanku pada pertengahan aktivitas. Diliputi rasa panas, mulut berbusa kini terasa kering meronta bak kehausan untuk mencari air di hamparan gurun pasir. Sesekali harus menahan sabar menghadapi aktivitas penghuni liar. Namun, tiba-tiba nampak sesosok gadis polos junior berseragam putih abu-abu tertunduk malu-malu masuk keruangan. Kosentrasiku hilang entah kemana perginya. Suasana ruangan tersebut  berubah menjadi ramai seketika bak menyambut pergelaran musik. Aku pun menjadi heran, tak pernah aku temukan sebelumnya. Alasan sederhana tapi sarat dengan pendidikan politik. Kampanye calon pengurus OSIS. Ya…seperti itulah tradisi mereka. Tanpa pikir panjang aku pun memberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misinya. Bagaikan kampanye politik  diliputi rasa deg-degan menghadapi para senior putih abu-abu, aku pun terkesima mendengarkan janji-janji berharap agar terpilih. Lama nian matahari berjalan menyinari bumi ini. Aku pun bergegas menuju kembali pulang. Menyusuri koridor beberapa ruangan, sesekali imanku digoda oleh canda gurau para sosok berseragam putih abu-abu. Terdapat juga kerumunan putih abu-abu menghentak sepatu latihan gerak jalan untuk memperingati hari kemerdekaan. Seperti biasa jalanan itu pun kembali aku telusuri untuk menuju kerumah. Tiba-tiba mataku  tertumbuk pada calon intelektual yang tengah melepas kerinduan pada kampung halaman. Tak lain sahabat kenangan sewaktu menaklukkan semak belukar untuk mengikuti misi jejak petualang.</p>
<p>Kini keramaian di kota ini  berangsur-angsur lenyap seiring datangnya malam. Tak ada angin badai, tak ada riak gelombang sungai. Semuanya tapakur di dalam  rumah masing-masing. Suara lonceng di pos kamling tengah berdendang sebelas kali. Sesekali laju mobil melesat membelah kesunyian malam. Dalam gelap malam aku melangkah melintasi beberapa rumah menuju pos kamling di sekitar kediaman. Senjata tajam, senter, jaket yang tebal dan radio orari bak aparat keamanan  sebagai modal untuk menemani warga menjaga keamanan. Entahlah ada apa dengan kota Tanah Grogot, kini marak dengan pencurian. Kesunyian merayapi hatiku. Dentuman suara lonceng menunjukkan mesin waktu terus berjalan silih menyambut, terdengar sayup-sayup antar pos kamling. Suara nyanyian binatang tengah malam menusuk gendang telingaku. Sembari menyusuri lorong gang untuk mengamati keamanan beberapa rumah yang terlelap dalam mimpi indah. Aku hanya bisa melawan angin malam menusuk tulang dan menahan kantuk sampai menjelang subuh.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1006/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=1006&subd=hamsin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/07/30/goresan-pena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/07/18/catatan/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/07/18/catatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 03:14:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=1000</guid>
		<description><![CDATA[Hari masih pagi. Embun di rumput pun belum lagi kering, tapi halaman dan jalanan sudah ramai dengan aktivitas masyarakat. Aku asik dan santai membaca koran. Mataku tertumbuk pada tulisan penuh rasa ingin tahu, karena adanya berita keinginan kembali pembentukan daerah otonomi baru, yaitu Kabupaten Paser Tengah. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Kuaro, Batu Sopang, Muara Komam, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=1000&subd=hamsin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari masih pagi. Embun di rumput pun belum lagi kering, tapi halaman dan jalanan sudah ramai dengan aktivitas masyarakat. Aku asik dan santai membaca koran. Mataku tertumbuk pada tulisan penuh rasa ingin tahu, karena adanya berita keinginan kembali pembentukan daerah otonomi baru, yaitu Kabupaten Paser Tengah. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Kuaro, Batu Sopang, Muara Komam, Longkali, dan Longikis. Persoalan sederhana, alasannya selama ini merasa menjadi anak tiri dan kecemburuan terhadap pemerataan pembangunan yang tak merata.</p>
<p><span id="more-1000"></span>Selain itu juga, pembangunan hanya terkosentrasi pada pusat ibukota kabupaten yang tengah gencar-gencarnya mengejar ketertinggalan pembangunan bila dibandingkan dengan ibukota kabupaten lain yang sudah lama berdiri di benua etam, apakah harus wilayah Tanah Paser akan terancam kembali berkurang. Harap-harap cemas pihak yang terkait! pasalnya apabila terjadi pemekaran kembali, wilayah Kabupaten Paser akan semakin berkurang dan secara tidak langsung mempengaruhi pendapatan daerah. Tak bisa dipungkiri, apabila hal ini memang benar terjadi akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. Mungkinkah dibalik peristiwa tersebut untuk kepentingan pihak tertentu demi meraih kekuasaan. Entahlah!</p>
<p>Lebih dari itu, keamanan di daerahku kini bisa dikatakan terusik dan cukup meresahkan dengan adanya kasus perampokan. Konon katanya gerombolan perampok tersebut menggunakan ilmu kanuragan dalam melaksanakan aksinya dan uniknya lagi bisa tak terlihat secara kasat mata. Tak heran petugas keamanan masih dibuatnya penasaran, sebagian warga mengadakan pos kamling dan senjata tajam turut aku siapkan di rumah pada malam hari untuk mengantisipasi sesuatu yang tak diinginkan.</p>
<p>Tiba-tiba tengah asik bersantai di teras rumah dengan sajian koran sebagai santapan pagi. Suara telepon nyaring berbunyi mengusik ketenanganku. Membuat aku segera bangkit dari tempat duduk untuk menuju ke suatu tempat yang berjarak kurang lebih 5 km dari kediamanku. Akhirnya, sekian lama menanti berjalan menyusuri tiap ruangan beberapa tempat pavorit untuk terus mencoba tak berhasil kuperoleh, pucuk ditiba ulan pun tiba  aku terdampar di tempat swasta yang masih merintis, maklum baru tahun ini dibuka bagaikan laskar pelangi. Kendati demikian, aku masih penasaran karena keinginanku belum tercapai untuk bisa merasakan bagaimana rasanya di tempat pavorit. Tapi sudahlah, kunikmati apa adanya di dua tempat berbeda yang statusnya sama. Sembari menghadap pemimpin dan mengatur strategi, alhamdulillah tak sia-sia usahaku untuk menambah kesibukkan. Aku dipercaya memegang dua hal yang sangat jauh berbeda. Seiring bergulirnya matahari berada di puncak ubun-ubun kepala. Kelopak mata ingin rasanya terpejam. Aku berkunjung kembali di tempat tugas pijakan pertamaku diwarnai dengan sinar matahari  menyengat kulit.  Tak lain untuk memenuhi undangan rapat. Tak kusangka nyaliku diuji manakala sebagai penghuni baru dipercayakan sepenuhnya untuk memegang kejenjang akhir.  Lebih  rumitnya lagi aku dipercaya sebagai penanggung jawab untuk mengelola dan mengasuh penghuni dalam satu ruangan.</p>
<p>Jum’at kelabu, ketika menjelang siang membuka acara televisi aku disungguhkan dengan berita terjadinya ledakan bom di Jakarta. Lambat laun ketika selesai salat jum’at. Lagi asik terlelap dalam mimpi untuk istirahat, kini ditempatku disibukkan juga dengan suara sirine mobil pemadam kebakaran nyaring terdengar di telinga hingga membuatku terbangun dan menimbulkan rasa penasaran ingin melihat keluar rumah. Tiba-tiba aku takjub dengan pemandangan kobaran api dan asap hitam yang membumbung tinggi terlihat dari kejauhan. Sudah kebiasaan, musim kemarau rentan dengan bahaya kebakaran. Berkaitan dengan itu banyak rumah dilahap api yang kejadiannya di sekitar pinggir sungai Kandilo. Sabtu pagi kesibukkan aktivitasku mulai memuncak, tak heran jauh malam hari aku sudah berulangkali memutar otak untuk menyiapkan materi dikarenakan sesuatu yang baru bagiku. Pendek kata, kini aktivitasku kian memadat untuk bolak-balik di dua tempat yang sangat berjauhan dari kediamanku sehingga tak bisa lagi sesering mungkin untuk mengontrol blog ini. Hal ini dikarenakan kesibukkanku menulis di papan tulis he..he..!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/1000/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=1000&subd=hamsin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/07/18/catatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan-jalan</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/07/13/jalan-jalan/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/07/13/jalan-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 06:03:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=992</guid>
		<description><![CDATA[Kendati relatif singkat menyaksikkan acara di tempat promosi seni dan budaya pada malam minggu yang juga disaksikkan bersama puluhan pengunjung masyarakat setempat dalam rangka pemilihan calon putra-putri duta  wisata  Kabupaten Paser atau lebih dikenal dengan istilah masyarakat setempat “kontes pemilihan Bujang Song dan Bujang Bawe” terdapat  pemandangan langka yang belum pernah aku temukan sebelumnya, sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=992&subd=hamsin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kendati relatif singkat menyaksikkan acara di tempat promosi seni dan budaya pada malam minggu yang juga disaksikkan bersama puluhan pengunjung masyarakat setempat dalam rangka pemilihan calon putra-putri duta  wisata  Kabupaten Paser atau lebih dikenal dengan istilah masyarakat setempat “kontes pemilihan Bujang Song dan Bujang Bawe” terdapat  pemandangan langka yang belum pernah aku temukan sebelumnya, sebuah kesenian baru dari masyarakat Paser yaitu tarian Tuyo Dirong atau tarian pengobatan prosesi upacara belian.</p>
<p><span id="more-992"></span><img class="alignleft size-full wp-image-998" title="kesenian paser" src="http://hamsin.files.wordpress.com/2009/07/img-1.jpg?w=500&#038;h=448" alt="kesenian paser" width="500" height="448" />Didukung beberapa penari gadis berparas cantik  dengan bunyi khas gelang di tangan, mulung duduk menghadap tungku asap sesajian, diiringi suara musik dan sesekali terdengar suara lantunan mantra-mantra paranormal berbahasa Paser menjadikan kesenian tersebut  menarik perhatian pengunjung. Menurut informasi yang aku dapatkan kesenian ini baru saja diikutsertakan di ajang pesta budaya nusantara di Jakarta dalam usaha mempromosikan potensi wisata di daerah ini.  Usia menyaksikkan pertunjukkan kesenian itu, tepat pada acara puncak untuk menyaksikkan peragaan model dengan sosok tebar pesona penuh pengharapan dukungan melalui sms masyarakat setempat bagaikan pemilihan kontes di acara televisi tak menarik perhatianku hingga membuat aku tak  bertahan lama.</p>
<p>Keesokan harinya pada minggu pagi untuk menghabiskan waktu liburan panjang, aku bersama beberapa sahabat terdekatku jalan-jalan untuk mengunjungi tempat wisata jauh dari keramaian  untuk merasakan suasana alam terbuka dengan sungguhan air danau yang tenang dan semilir angin nan sejuk. Dibalik  keindahan panorama alam tersebut sekeping perasaan tak nyaman menyikapi sesuatu  yang belum kuperoleh membuat pendirianku goyah apakah aku harus tetap melangkah ke depan ataukah bertahan yang kiranya memaksakan. Manusia punya harga diri. Ya seperti itulah petuah lama mengatakan. Dari pada berkesan pengemis lebih baik aku memilih diam dan memasrahkannya dengan harapan kalau  rezeki tak bakalan kemana.  Seiring berjalannya waktu, sore hari pun aku kembali disibukkan  untuk menemani kerabat untuk kunjungan silaturahmi diperkampungan pedalaman.</p>
<p>Menikmati  jalanan penuh dengan hamparan batuan kerikil yang kiranya memaksa tangan letih untuk mengendalikan laju sepeda motor. Mataku kembali tertuju pada aktivitas Mahasiswa melakukan kegiatan yang lebih dikenal dengan istilah KKN di kantor kepala desa setempat. Selain itu juga menyaksikkan hamparan hijau tanaman padi, dan kondisi  rumah penduduk yang dapatlah dikatakan masih sedikit mewarnai suasana perjalanan tersebut untuk menghabiskan waktu liburan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/992/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/992/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/992/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/992/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/992/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/992/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=992&subd=hamsin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/07/13/jalan-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hamsin.files.wordpress.com/2009/07/img-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kesenian paser</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Go!!!Samarinda</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/07/01/gosamarinda/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/07/01/gosamarinda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 11:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=974</guid>
		<description><![CDATA[Iseng-iseng untuk melakukan servis sepeda motor dengan kekuatan 200 cc di daeler terdekat untuk persiapan kembali perjalanan jauh menuju ke kota tepian Samarinda pada keesokan harinya untuk mengikuti tes mahasiswa baru bagi kerabatku, sambil menunggu antrian silih berganti ada sesuatu pemandangan yang unik aku temukan saat itu. Nampak sepeda motor baru knalpotnya rapuh dan terkesan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=974&subd=hamsin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Iseng-iseng untuk melakukan servis sepeda motor dengan kekuatan 200 cc di daeler terdekat untuk persiapan kembali perjalanan jauh menuju ke kota tepian Samarinda pada keesokan harinya untuk mengikuti tes mahasiswa baru bagi kerabatku, sambil menunggu antrian silih berganti ada sesuatu pemandangan yang unik aku temukan saat itu. Nampak sepeda motor baru knalpotnya rapuh dan terkesan habis kecelakaan. Dengan penuh penasaran aku pun menanyakan pada orang disekitarku yang tengah bersantai, ternyata benar dugaanku. Dari penuturan informasi yang aku dapatkan sepeda motor tersebut ditabrak dari belakang, sementara yang menabraknya dari belakang adalah pemuda yang dipengaruhi minuman keras karena tidak bisa mengontrol kecepatan dan tragisnya lagi saat kejadian dipinggangnya terselip senjata tajam.</p>
<p><span id="more-974"></span>What??senjata tajam. Bisa jadi dugaan sementara meskipun tidak ada buktinya pemuda tersebut ingin melakukan niat jahat, agar nyali tak menciut, minuman keras jadi pelampiasan. Meskipun manusia sudah berhati-hati, tapi kalau sudah musibah apa hendak dikata yang kiranya manusia dapat mengambil pelajaran berharga di balik peristiwa tersebut. Tak heran, semua pengunjung dialer pun hanya terpaku menatap sepeda motor yang tampak rusak, sesekali menyimak perbincangan diskusi korban kecelakaan seputar biaya yang akan dipertanggungjawabkan. Sekian lama menunggu akhirnya selesai juga sepeda motorku di servis, meskipun saat itu diliputi dengan suasana hujan ditempatku tinggal.</p>
<p>Keesokan harinya kami berangkat pada pagi buta untuk kembali menuju kota Samarinda. Jalanan pun seperti biasa kami lalui sehingga tak asing lagi bagiku. Di tengah kenikmatan menancap gas dalam perjalanan tersebut, tiba-tiba hujan pun turun dengan deras. Sudah resiko dengan hanya menggunakan sepeda motor, kami pun tetap melanjutkan perjalanan menggunakan jas hujan bak berkibar-kibar seperti bendera diterpa angin dan hujan. Pendek kata akhirnya kami sampai ke kota tepian Samarinda sekitar pukul 3 siang dan menginap langsung di penginapan. Kemudian menyempatkan diri ke mall pada sore hari untuk berbelanja. Tak lama berseling waktu berjalan pada keesokan harinya kami pun bergegas menuju ke gedung tes mahasiswa baru. Setelah aku mengantarkan kerabat di tempat yang telah ditentukan aku hanya bisa menunggu beberapa jam sambil menyaksikkan puluhan ribu calon mahasiwa baru.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/974/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=974&subd=hamsin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/07/01/gosamarinda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malam Mencekam</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/06/27/malam-mencekam/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/06/27/malam-mencekam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 02:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=960</guid>
		<description><![CDATA[Malam semakin larut entah kenapa suasana malam perkemahan tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Mungkinkah malam ini bertepatan malam Jum’at atau memang seperti ini resiko kondisi di tengah hutan jauh dari keramaian. Berbeda pada malam sebelumnya. Usia mengadakan acara api unggun sebagai acara terakhir karena keesokan pagi kami harus meninggalkan lokasi tersebut. Semua bergegas kembali ke tenda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=960&subd=hamsin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Malam semakin larut entah kenapa suasana malam perkemahan tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Mungkinkah malam ini bertepatan malam Jum’at atau memang seperti ini resiko kondisi di tengah hutan jauh dari keramaian. Berbeda pada malam sebelumnya. Usia mengadakan acara api unggun sebagai acara terakhir karena keesokan pagi kami harus meninggalkan lokasi tersebut. Semua bergegas kembali ke tenda masing-masing untuk istirahat. Sungguh melelahkan aktivitas yang penuh kegiatan untuk mengawasi peserta pramuka merambah semak belukar bergulat dengan teriknya panas matahari hingga azan magrib.</p>
<p><span id="more-960"></span>Sudah menjadi tugasku beserta panitia lainnya untuk menjaga keamanan ketika peserta pramuka tertidur lelap pada malam hari. Sambil ditemani canda gurau bersama panitia lainnya tiba-tiba sekitar pukul 12 malam bulu romaku menjadi merinding dikarenakan suara teriakan serigala yang begitu nyaring jauh di kegelapan memecah kesunyian tidak seperti kondisi malam sebelumnya. Untuk mengatasi ketakutan tersebut kami tetap membranikan diri patroli untuk mengamati keamananan beberapa tenda pramuka meskipun diliputi perasaan yang kurang nyaman.</p>
<p>Sungguh mencekam kondisi malam itu tiba-tiba terdapat keributan  dari salah satu tenda karena mereka melihat ular yang sangat besar, akan tetapi setelah kami memastikannya tidak ada satu pun ditemukan binatang tersebut. Rasa penasaran kami pun semakin menjadi-jadi. Tragisnya lagi manakala sekitar jam dua malam terdapat satu orang peserta pramuka yang berani melangkah dengan setengah sadar menuju ke semak belukar. Tak heran kami pun tunggang langgang untuk mengejarnya dan membujuknya tidur kembali ke tenda sembari komat kamit membaca mantra sekaligus menyimburnya dengan air bagai paranormal agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Konon katanya menurut kepercayaan masyarakat setempat apabila sudah dibawah pengaruh makhluk gaib tidak mudah untuk menemukannya kembali apabila sempat di bawa berjalan. Lebih parahnya lagi manakala peserta pramuka lainya sudah terlelap pulas dipembaringannya beralaskan terpal dan tikar seadanya hanya ditemani cahaya lampu seadanya sekitar pukul 3 subuh kami pun kembali ditakutkan dengan suara berisik berbagai binatang yang semakin keras dari kejauhan menemani kegelapan. Benar-benar angker suasana saat itu, untuk kesekian kalinya nyali kami kembali digoda.</p>
<p>Pendek kata, lambat laun setelah matahari mengeluarkan sinarnya saat perjalanan pulang terdapat perbincangan bagai diskusi untuk membahas peristiwa yang mencekam tadi malam bahkan sempat ada pengakuan beberapa orang yang melihat sosok bayangan penampakan. Kendati sulit diterima peristiwa tersebut di tengah perkembangan zaman seperti saat ini tapi itulah pengalaman yang aku dapatkan selama mengikuti kegiatan perkemahan tersebut.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/960/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/960/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/960/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=960&subd=hamsin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/06/27/malam-mencekam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkemahan Pramuka</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/06/25/kemah/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/06/25/kemah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 01:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=946</guid>
		<description><![CDATA[Usai mengoreksi lembar jawaban hasil ulangan dan menyerahkannya pada wali kelas maka tugasku selesai. Kendati demikian, terdapat sesuatu yang patut disayangkan terdapat siswa ketika dalam bertatap muka jumlah kehadirannya dapatlah dikatakan baik, tapi manakala ketika ulangan berlangsung tidak ada satu pun kelihatan batang hidungnya. Entahlah kemana perginya ataukah enggan untuk bersekolah sampai aku bosan menunggu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=946&subd=hamsin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Usai mengoreksi lembar jawaban hasil ulangan dan menyerahkannya pada wali kelas maka tugasku selesai. Kendati demikian, terdapat sesuatu yang patut disayangkan terdapat siswa ketika dalam bertatap muka jumlah kehadirannya dapatlah dikatakan baik, tapi manakala ketika ulangan berlangsung tidak ada satu pun kelihatan batang hidungnya. Entahlah kemana perginya ataukah enggan untuk bersekolah sampai aku bosan menunggu kabarnya. Bosan! Seluruh kegiatan hidup dilakukan sepanjang usia <span id="more-946"></span>tak lebih dari pengulangan saja. Makan, minum, bernapas, tidur, kerja, sekolah yang dilakukan hari ini, besok akan terulang kembali. Sehingga hal ini terkadang menimbulkan kejenuhan.</p>
<p>Berkaitan dengan itu banyak cara mengusir kejenuhan tersebut. Mengikuti ajakan  untuk melihat perkemahan, lagi-lagi aku harus keluar rumah untuk menyaksikan perkemahan pramuka anak sekolah meskipun kondisi badanku kurang sehat. Anak merupakan pribadi yang terus berkembang dan diperhatikan. Mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, baik fisik maupun mental. Anak adalah harapan orang tua dan bangsa pada umumnya. Namun di sisi lain, mereka merupakan makhluk lemah yang masih perlu diawasi setiap waktu. Kekhawatiran orang tua terhadap anak begitu besar, terutama ketika anak jauh dari pengawasan orang tua atau ketika melakukan kegiatan di rumah. Menyadari hal itu, kegiatan yang sederhana barangkali mudah dimengerti apabila dikombinasikan dengan kegiatan di alam terbuka yang menyenangkan. Mereka dilatih dan diharapkan untuk dapat tampil percaya diri, sabar, disiplin, peka terhadap lingkungan, bermotivasi tinggi untuk dapat melindungi dirinya sendiri. Begitulah kira-kira sedikit banyaknya manfaat kegiatan perkemahan.</p>
<p>Kegiatan Perkemahan tersebut berlangsung jauh dari keramian mengingatkanku pada kenangan sewaktu masih bersekolah. Kebiasaan tidur dikasur empuk kini mereka pun harus bergulat dengan lantai beralaskan terpal, dinginnya angin malam dan sesekali nyanyian suara nyamuk. He..he..pengalaman menarik bagi mereka. Selain itu juga terdapat sinar cahaya lampu obor dengan terbuat dari bambu mewarnai kondisi  saat itu sebagai teman memecah kegelapan malam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/946/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=946&subd=hamsin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/06/25/kemah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kuliah</title>
		<link>http://hamsin.wordpress.com/2009/06/23/kuliah-oh-kuliah/</link>
		<comments>http://hamsin.wordpress.com/2009/06/23/kuliah-oh-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 01:44:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hamsin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hamsin.wordpress.com/?p=936</guid>
		<description><![CDATA[Melelahkan sekaligus hiburan dengan menggunakan sepeda motor untuk mengunjungi kota tepian Samarinda. Hal yang patut disayangkan setelah sekian lama tidak pernah melakukan perjalanan jauh, pajak STNK ku mati karena tidak pernah memperhatikannya. Meskipun demikian dengan kondisi itu tidak mengurungkan niatku untuk mengunjungi kota tersebut dengan  meminjam sepeda motor milik keluarga. Tak mengherankan dalam perjalanan tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=936&subd=hamsin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Melelahkan sekaligus hiburan dengan menggunakan sepeda motor untuk mengunjungi kota tepian Samarinda. Hal yang patut disayangkan setelah sekian lama tidak pernah melakukan perjalanan jauh, pajak STNK ku mati karena tidak pernah memperhatikannya. Meskipun demikian dengan kondisi itu tidak mengurungkan niatku untuk mengunjungi kota tersebut dengan  meminjam sepeda motor milik keluarga. Tak mengherankan dalam perjalanan tersebut bagiku agak canggung mengendarai kendaraan pinjaman.</p>
<p><span id="more-936"></span>Dengan dua sepeda motor secara beriring-iringan kami berangkat pada pagi hari dan menyebrang pery antara penajam dan Balikpapan. Sesampainya di Balikpapan menuju Samarinda ada hal menarik yang aku dapatkan di jalan bukit Soeharto. Tanjakan penuh liku-liku seperti ular, jalan yang mulus dan di sisi jalan pohon rindang yang dirawat membuat aku menikmati perjalanan jauh tersebut. Saat Tiba di  kota Samarinda banyak juga pemandangan asing yang aku lihat, yaitu sungai mahakam yang sangat lebar, kapal pengangkut batu bara, mesjid yang megah mengingatkanku pada kota kenangan Banjarmasin. Akan tetapi nampaknya kota ini penduduknya tidak terlalu padat mengingat masih banyaknya hutan bisa dijumpai dan penataan kotanya lumayan tertata rapi. Setelah kami bermalam di rumah keluarga pada keesokan harinya aku mengunjungi  perguruan tinggi yang cukup terkenal di propinsi ini untuk mendaftarkan kerabatku yang ingin kuliah.</p>
<p>Sesampainya di komplek kampus tersebut mataku menjadi kagum dengan bentuk bangunan kampus tersebut, mungkin pendapatan daerah dan perhatian pemerintah setempat bisa jadi mempengaruhi majunya bangunan kampus tersebut. Sambil menunggu keluargaku sibuk mendaftarkan diri aku pun hanya bisa mengamati hiruk-pikuk calon mahasiswa baru. Sempat juga mengamati penduduk di sini yang berasal dari berbagai suku bangsa, akan tetapi menurutku meskipun hanya sesaat menginjakkan kaki di tempat ini nampaknya pengaruh bahasa banjar lumayan kuat. Selain itu aku juga sempat menanyakan selayang pandang program S2, tapi nyaliku menciut manakala mendengar biayanya dan berharap semoga saja suatu saat nanti ada nasib.</p>
<p>Pendek kata, setelah selesai mendaftarkan kerabatku. Aku dan keluargaku secara beriringan bergegas meninggalkan kota Samarinda untuk balik ke kampung halaman tepat pukul 1 siang dan akhirnya menyebrang pery dari Balikpapan menuju Penajam. Tepal pukul 06.30 sore sesampainya tiba di Penajam suara azan magrib pun terdengar. Akhirnya kami pulang dengan ditemani cahaya lampu malam sepeda motor, deretan ribuan pepohonan, sesekali berpapasan kendaraan motor lainnya. Sehingga pukul jam 12 malam sesampainya di rumah aku pun langsung terdampar di lantai rumah karena kelelahan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hamsin.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hamsin.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hamsin.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hamsin.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hamsin.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hamsin.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hamsin.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hamsin.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hamsin.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hamsin.wordpress.com/936/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hamsin.wordpress.com&blog=1755839&post=936&subd=hamsin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hamsin.wordpress.com/2009/06/23/kuliah-oh-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03565687769d0819f4cdce145a8a9136?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">hamsin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>