Harap-harap Cemas

Barangkali kondisi tersebut sangat sesuai untuk menggambarkan keadaan seseorang yang di tengah menunggu sesuatu yang kiranya menimbulkan kemelut dihati berharap sesuatu tapi cemas. Pasalnya, kondisi ini bisa kita jumpai  dalam kehidupan sekitar, sebut saja seluruh orang tua berharap tapi cemas di saat memasuki ajaran tahun baru apakah anaknya diterima di sekolah tujuan, seorang manusia yang menyatakan perasaan cintanya pada seorang ke kasihnya meskipun dibayangi ketakutan akan ditolak, siswa menghadapi UAN dibayangi ketakutan tidak lulus,  ironisnya  lagi para pengusaha pun dalam berusaha mengejar kesuksesan juga dibayangi  ketakutan mengalami kegagalan. Barangkali kira-kira begitulah  dapat kita umpamakan situasi dan kondisi manusia berharap tapi dibayangi perasaan tidak tenang dan cemas.

Mungkin kata cemas sering kali menimbulkan perasaan gelisah tapi apabila tanpa diselingi kesabaran dan perbuatan tersebut tanpa perhitungan yang masak,  sudah pasti dimungkinkan akan terjadi perancanaan akan kacau dan hasilnya pun tidak memuaskan. Dalam menyikapi kondisi ini, kita harus dituntut kejantanan dalam mencapai sesuatu yang diharapkan. Kesenjangan antara idealita dan kenyataan mengharuskan suatu usaha. Usaha tersebut merupakan proses penggunaan energi untuk mendobrak dinding pemisah antara idealita dan kenyataan. Hal itu membutuhkan segenap sikap dan karakter yang menjadi kekuatan untuk menghadapi halangan dan tantangan.

Diantara kekuatan besar yang mempu memaksa kenyataan supaya mendekati harapan adalah kejantanan. Kejantanan yang dimaksud adalah kejantanan manusia yang berupa nilai, berbeda dengan kejantanan binatang yang meliputi jenis kelamin dan standar syahwat. Kejantanan sejati adalah hanya dimiliki oleh para manusia memiliki rasa pejuang kebenaran, penegak keadilan dan para petarung untuk memperoleh sesuatu. Mereka menghiasi kejantanannya dengan segenap sikap dan karakter lain yang sudah mengkristal dalam jiwa mereka. Di sana ada keyakinan, kesabaran, keikhlasan dan sebagainya. Perpaduan harmoni dari semua itu mendapat bahan bakar dan penyuplai energi terbaik, yaitu keberanian diselingi dengan keimanan. Kejantanan didasarkan pada pertimbangan yang matang, ia tidak hanya didasari logika akal semata, tetapi juga disertai logika ilahi. Inilah yang menjadikan tindakan mereka dalam menembus kemungkinan yang penuh misteri dapat dipertanggungjawabkan secara nilai.

Agama sangat menghargai kejantanan semacam ini. Bukankah jihad paling utama adalah berkata hak dihadapan pemimpin diktator? Bukankah kematian terbaik adalah mati di jalan agama? Bukankah petarung sejati adalah yang mempu mengendalikan hawa napsunya ketika marah? Bukankah sesuatu diperoleh dengan keberanian mengambil keputusan?Dan bukankah semua itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki martabat kejantanan?

Jika kejantanan sejati telah menyatu dalam jiwa anda, diselingi pula keimanan yang tangguh menjadi penyuplai energi keseharian anda. Maka dalam menghadapi sebuah impian meskipun terlintas ketakutan, jangan lah takut mengambil keputusan dan tersenyumlah, karena salah satu dari kebaikan yang kita harapkan akan segera datang kepada anda dikemudian hari. Pendek kata, raihlah  impian meski dalam memperoleh diliputi perasaan ketakutan, urusan kegagalan itu persoalan terakhir.

~ oleh hamsin pada Maret 10, 2010.

Satu Tanggapan to “Harap-harap Cemas”

  1. sipp…kawan…walaupun impian itu tertunda, namun kita masih berharap…

    ***makasih atas kunjungannya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.