18
Jul
09

Catatan

Hari masih pagi. Embun di rumput pun belum lagi kering, tapi halaman dan jalanan sudah ramai dengan aktivitas masyarakat. Aku asik dan santai membaca koran. Mataku tertumbuk pada tulisan penuh rasa ingin tahu, karena adanya berita keinginan kembali pembentukan daerah otonomi baru, yaitu Kabupaten Paser Tengah. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Kuaro, Batu Sopang, Muara Komam, Longkali, dan Longikis. Persoalan sederhana, alasannya selama ini merasa menjadi anak tiri dan kecemburuan terhadap pemerataan pembangunan yang tak merata.

Selain itu juga, pembangunan hanya terkosentrasi pada pusat ibukota kabupaten yang tengah gencar-gencarnya mengejar ketertinggalan pembangunan bila dibandingkan dengan ibukota kabupaten lain yang sudah lama berdiri di benua etam, apakah harus wilayah Tanah Paser akan terancam kembali berkurang. Harap-harap cemas pihak yang terkait! pasalnya apabila terjadi pemekaran kembali, wilayah Kabupaten Paser akan semakin berkurang dan secara tidak langsung mempengaruhi pendapatan daerah. Tak bisa dipungkiri, apabila hal ini memang benar terjadi akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. Mungkinkah dibalik peristiwa tersebut untuk kepentingan pihak tertentu demi meraih kekuasaan. Entahlah!

Lebih dari itu, keamanan di daerahku kini bisa dikatakan terusik dan cukup meresahkan dengan adanya kasus perampokan. Konon katanya gerombolan perampok tersebut menggunakan ilmu kanuragan dalam melaksanakan aksinya dan uniknya lagi bisa tak terlihat secara kasat mata. Tak heran petugas keamanan masih dibuatnya penasaran, sebagian warga mengadakan pos kamling dan senjata tajam turut aku siapkan di rumah pada malam hari untuk mengantisipasi sesuatu yang tak diinginkan.

Tiba-tiba tengah asik bersantai di teras rumah dengan sajian koran sebagai santapan pagi. Suara telepon nyaring berbunyi mengusik ketenanganku. Membuat aku segera bangkit dari tempat duduk untuk menuju ke suatu tempat yang berjarak kurang lebih 5 km dari kediamanku. Akhirnya, sekian lama menanti berjalan menyusuri tiap ruangan beberapa tempat pavorit untuk terus mencoba tak berhasil kuperoleh, pucuk ditiba ulan pun tiba  aku terdampar di tempat swasta yang masih merintis, maklum baru tahun ini dibuka bagaikan laskar pelangi. Kendati demikian, aku masih penasaran karena keinginanku belum tercapai untuk bisa merasakan bagaimana rasanya di tempat pavorit. Tapi sudahlah, kunikmati apa adanya di dua tempat berbeda yang statusnya sama. Sembari menghadap pemimpin dan mengatur strategi, alhamdulillah tak sia-sia usahaku untuk menambah kesibukkan. Aku dipercaya memegang dua hal yang sangat jauh berbeda. Seiring bergulirnya matahari berada di puncak ubun-ubun kepala. Kelopak mata ingin rasanya terpejam. Aku berkunjung kembali di tempat tugas pijakan pertamaku diwarnai dengan sinar matahari  menyengat kulit.  Tak lain untuk memenuhi undangan rapat. Tak kusangka nyaliku diuji manakala sebagai penghuni baru dipercayakan sepenuhnya untuk memegang kejenjang akhir.  Lebih  rumitnya lagi aku dipercaya sebagai penanggung jawab untuk mengelola dan mengasuh penghuni dalam satu ruangan.

Jum’at kelabu, ketika menjelang siang membuka acara televisi aku disungguhkan dengan berita terjadinya ledakan bom di Jakarta. Lambat laun ketika selesai salat jum’at. Lagi asik terlelap dalam mimpi untuk istirahat, kini ditempatku disibukkan juga dengan suara sirine mobil pemadam kebakaran nyaring terdengar di telinga hingga membuatku terbangun dan menimbulkan rasa penasaran ingin melihat keluar rumah. Tiba-tiba aku takjub dengan pemandangan kobaran api dan asap hitam yang membumbung tinggi terlihat dari kejauhan. Sudah kebiasaan, musim kemarau rentan dengan bahaya kebakaran. Berkaitan dengan itu banyak rumah dilahap api yang kejadiannya di sekitar pinggir sungai Kandilo. Sabtu pagi kesibukkan aktivitasku mulai memuncak, tak heran jauh malam hari aku sudah berulangkali memutar otak untuk menyiapkan materi dikarenakan sesuatu yang baru bagiku. Pendek kata, kini aktivitasku kian memadat untuk bolak-balik di dua tempat yang sangat berjauhan dari kediamanku sehingga tak bisa lagi sesering mungkin untuk mengontrol blog ini. Hal ini dikarenakan kesibukkanku menulis di papan tulis he..he..!


2 Tanggapan ke “Catatan”


  1. Juli 22, 2009 pukul 4:50 p07

    Kaltim menurut saya paling maju lho di Borneo…

    Cara Pasti Meningkatkan Pendapatan Dari Adsense

    ***Terima atas kunjungannya

  2. Juli 27, 2009 pukul 4:50 p07

    hamsin, gabung di facebook.com jg dunk… jadi bisa kabar2an… hehehe

    ***ntar deh kapan-kapan satu aja jarang diperhatikan apalagi dua, makasih atas kunjungannya


Tinggalkan Balasan