01
Jul
09

Go!!!Samarinda

Iseng-iseng untuk melakukan servis sepeda motor dengan kekuatan 200 cc di daeler terdekat untuk persiapan kembali perjalanan jauh menuju ke kota tepian Samarinda pada keesokan harinya untuk mengikuti tes mahasiswa baru bagi kerabatku, sambil menunggu antrian silih berganti ada sesuatu pemandangan yang unik aku temukan saat itu. Nampak sepeda motor baru knalpotnya rapuh dan terkesan habis kecelakaan. Dengan penuh penasaran aku pun menanyakan pada orang disekitarku yang tengah bersantai, ternyata benar dugaanku. Dari penuturan informasi yang aku dapatkan sepeda motor tersebut ditabrak dari belakang, sementara yang menabraknya dari belakang adalah pemuda yang dipengaruhi minuman keras karena tidak bisa mengontrol kecepatan dan tragisnya lagi saat kejadian dipinggangnya terselip senjata tajam.

What??senjata tajam. Bisa jadi dugaan sementara meskipun tidak ada buktinya pemuda tersebut ingin melakukan niat jahat, agar nyali tak menciut, minuman keras jadi pelampiasan. Meskipun manusia sudah berhati-hati, tapi kalau sudah musibah apa hendak dikata yang kiranya manusia dapat mengambil pelajaran berharga di balik peristiwa tersebut. Tak heran, semua pengunjung dialer pun hanya terpaku menatap sepeda motor yang tampak rusak, sesekali menyimak perbincangan diskusi korban kecelakaan seputar biaya yang akan dipertanggungjawabkan. Sekian lama menunggu akhirnya selesai juga sepeda motorku di servis, meskipun saat itu diliputi dengan suasana hujan ditempatku tinggal.

Keesokan harinya kami berangkat pada pagi buta untuk kembali menuju kota Samarinda. Jalanan pun seperti biasa kami lalui sehingga tak asing lagi bagiku. Di tengah kenikmatan menancap gas dalam perjalanan tersebut, tiba-tiba hujan pun turun dengan deras. Sudah resiko dengan hanya menggunakan sepeda motor, kami pun tetap melanjutkan perjalanan menggunakan jas hujan bak berkibar-kibar seperti bendera diterpa angin dan hujan. Pendek kata akhirnya kami sampai ke kota tepian Samarinda sekitar pukul 3 siang dan menginap langsung di penginapan. Kemudian menyempatkan diri ke mall pada sore hari untuk berbelanja. Tak lama berseling waktu berjalan pada keesokan harinya kami pun bergegas menuju ke gedung tes mahasiswa baru. Setelah aku mengantarkan kerabat di tempat yang telah ditentukan aku hanya bisa menunggu beberapa jam sambil menyaksikkan puluhan ribu calon mahasiwa baru.


1 Tanggapan ke “Go!!!Samarinda”


  1. September 6, 2009 pukul 4:50 p09

    Lama tak sua.Apakabar ? Oh aku kangen Samarinda karena lama sekali tdk mengunjunginya. Karena lama mungkin pesat perkembangan kotanya.Aku kangen sungai Mahakam, karena di arus ini aku larutkan semua risauku.

    ***alhamdulillah kabar ulun masih seperti dulu. tak kirain pian udah lupa lawan ulun, makasih abah atas kunjungannya.


Tinggalkan Balasan