Usai mengoreksi lembar jawaban hasil ulangan dan menyerahkannya pada wali kelas maka tugasku selesai. Kendati demikian, terdapat sesuatu yang patut disayangkan terdapat siswa ketika dalam bertatap muka jumlah kehadirannya dapatlah dikatakan baik, tapi manakala ketika ulangan berlangsung tidak ada satu pun kelihatan batang hidungnya. Entahlah kemana perginya ataukah enggan untuk bersekolah sampai aku bosan menunggu kabarnya. Bosan! Seluruh kegiatan hidup dilakukan sepanjang usia tak lebih dari pengulangan saja. Makan, minum, bernapas, tidur, kerja, sekolah yang dilakukan hari ini, besok akan terulang kembali. Sehingga hal ini terkadang menimbulkan kejenuhan.
Berkaitan dengan itu banyak cara mengusir kejenuhan tersebut. Mengikuti ajakan untuk melihat perkemahan, lagi-lagi aku harus keluar rumah untuk menyaksikan perkemahan pramuka anak sekolah meskipun kondisi badanku kurang sehat. Anak merupakan pribadi yang terus berkembang dan diperhatikan. Mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, baik fisik maupun mental. Anak adalah harapan orang tua dan bangsa pada umumnya. Namun di sisi lain, mereka merupakan makhluk lemah yang masih perlu diawasi setiap waktu. Kekhawatiran orang tua terhadap anak begitu besar, terutama ketika anak jauh dari pengawasan orang tua atau ketika melakukan kegiatan di rumah. Menyadari hal itu, kegiatan yang sederhana barangkali mudah dimengerti apabila dikombinasikan dengan kegiatan di alam terbuka yang menyenangkan. Mereka dilatih dan diharapkan untuk dapat tampil percaya diri, sabar, disiplin, peka terhadap lingkungan, bermotivasi tinggi untuk dapat melindungi dirinya sendiri. Begitulah kira-kira sedikit banyaknya manfaat kegiatan perkemahan.
Kegiatan Perkemahan tersebut berlangsung jauh dari keramian mengingatkanku pada kenangan sewaktu masih bersekolah. Kebiasaan tidur dikasur empuk kini mereka pun harus bergulat dengan lantai beralaskan terpal, dinginnya angin malam dan sesekali nyanyian suara nyamuk. He..he..pengalaman menarik bagi mereka. Selain itu juga terdapat sinar cahaya lampu obor dengan terbuat dari bambu mewarnai kondisi saat itu sebagai teman memecah kegelapan malam.
0 Tanggapan ke “Perkemahan Pramuka”