Tepian Pantai pada Bulan April

Sudah lama perahu-perahu hidup dalam belenggu dan berharap laut akan datang dari seberang dan memutus tali-tali yang tertambat pada tonggak-tonggak bambu yang senantiasa basah namun tak pernah sedikit pun lengah

Tapi kenapa ombak sungai selalu harus datang menghentak bagai serdadu yang siap mati hanya untuk lepas kendali dan hanyut dalam haru biru sunyi

Sudah lama perahu-perahu mendendangkan luka semacam lagu yang dapat dilukiskan dengan pelangi yang terus menerus menari seakan-akan tak terbakar oleh terik matahari

Sedang kau hanya seekor burung elang yang kian lama kian tampak sebagai sebuah titik yang melambung tinggi diombang-ambingkan gelombang sepi

Dan sudah lama perhu-perahu itu diam-diam melihatmu kadang-kadang dengan iba hati kadang-kadang dengan rasa iri.

(Tulisan ini cuma coretan doang)

2 Tanggapan ke “Tepian Pantai pada Bulan April”


  1. 2 Jenderal Juni 25, 2008 pukul 11:33 PM

    wah cuman coretan aja hasilnya kayk gitu, gimana klo serius….. (tak bisa kubanyangkan)


Tinggalkan Balasan