Memang kita sadari hidup didunia ini tanpa musik pasti akan sepi dan sunyi, selain itu juga hidup tanpa cinta ibarat tanaman tak berbunga. Begitulah kata-kata bijak para pujangga memaknai arti kata tersebut.
Kendati ini hanya sebuah celotehan semata tapi berhubung penulis sering mengamati dan menikmati musik, menimbulkan sebuah pertanyaan menggelitik hati kenapa warna musik pada kehidupan sekarang sarat dengan cinta, masalahnya apabila kita simak dan amati hampir keseluruhan warna musik pasti mengarah pada seputaran persoalan cinta, cinta dan cinta. Lebih hebatnya lagi penulis buku pun terkena juga ikutan membahas persoalan cinta.
Dalam perkembangan musik pada saat ini, dapatlah kita katakan apabila suatu lirik lagu mengarah pada cinta tentulah pasti kan laris manis terjual dipasaran tanpa disadari terkadang dengan lirik lagu tersebut bagi para penikmat musik menghasilkan suatu inspirasi, Sementara konon katanya apabila suatu lirik lagu tersebut tidak membahas soal cinta bisa dikatakan tidak terlalu laris, meskipun hal itu tidak semuanya.
Dalam pada itu, bagi kebanyakan musik untuk remaja terkadang orang tua pun terkena pengaruhnya pada lagu seputaran cinta. Mungkin kalau boleh sedikit saran meskipun hanya dalam sebuah celotehan sederhana ini khususnya bagi para pencipta musik alangkah indahnya lagu yang sering banyak digemari orang memuat sedikit nasehat, jangan hanya membahas patah hati, selingkuh, jatuh cinta, cinta yang bla…bla…Tapi entahlah itu urusan mereka, biarkan mereka berekspresi.
Ngomong-ngomong bagaimana tanggapan anda?
Cinta itu adalah perasaan fatamorgana, dijauh kelihatan dan didekati ia menghilang. Musik itu sebuah alunan nada yang dapat meransang seseorang melupakan sesuatu hal, baik masalah pribadi maupun Tuhan. Jadi cinta dan musik sama-sama berperan untuk melupakan sesuatu yang berbentuk pemikiran dan sikap…Tak tahui lagi lah apa mesti ditulis..
Kalau orang sedang dimabuk cinta suka bernyanyi
Ntahlah…
laku kerasnya suatu lagu cinta di pasaran mungkin pengaruh dari masyarakat juga yg dominan lebih menggemari hal2 yg bertemakan cinta,sebaliknya lagu2 yg liriknya menasehati enggan sekali untuk didengarkan. Padahal lirik2 yg menasehati ini banyak sekali pelajaran yg dapat diambil,contohnya saja MARJINAL dalam lagu cinta pembodohan,lagu ini mengajarkan kita untuk lebih memahami cinta dan bukan mendewakan cinta. bandingkan saja dengan lirik lagu2 cinta yg hanya mendoktrin masyarakan untuk berpikiran kotor,banyak contohnya gak perlu disebutin.
tp biarkanlah mereka berekspresi dengan lagu cinta mereka,asal jangan menggangu kebebasan orang lain untuk berkarya.
Salam mas… Saia juga dari borneo…
kan dimana ada asep disitu ada api..
dimana ada ulan disitu ada sampah..
bu… eh…om…ada Musik, Sering ada kata Cinta… itu karena Musik itu adiknya cinta…. nama engkapnyanya tuh
musikitun cintaisti…. hiks…hiks…
kaburrrr…kaburrrr
ya iya dong masa ya iya lah….
bayi aja di bedong…masa bayi di belah….
hehehe….
makasih kunjungan anda
salam kenal…
Kalau saya sih simple aja…karena tema itulah yang paling laris untuk dijual. Tema itu juga yang bisa bikin lupa BBM naik, makanya Sby pun sempet2 in bikin album. hihihihihi
konon lagu kalau ndak ngungkap masalah cinta nggak laku di pasaran, mas. makanya para musisi kita kayaknya juga dah habis imajinasi utk mengungkap tema cinta hingga berubah jadi cengeng dan mendayu-dayu, haks
ha..ha..
iya juga ya… tapi mungkin itu lebih ke exspresi ya…
mengekspresikan perasaan melalui lagu….
banyak cinta dalam lagu ?? gk masalah selama positif… jadi pendengar juga ikut termotivasi…
apaan sih…
Kalau saya sih, biarkan saja mereka berekspresi jangan terlalu dibatasi, ASALKAN tidak melanggar norma, adat dan hukum agama.
Kalau tema cinta bukan hanya di musik…
Love is every where…
sinetron pasti ada cintanya, film pasti ada cintanya, dll…
Cinta memang tidak ada habisnya untuk di exploitasi. Apalagi dalam bermusik. Salut untuk musik Indonesia …