Masyarakat adalah kelompok manusia saling berinteraksi, yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling ketertarikan untuk mencapai tujuan bersama. Suatu individu yang berada dalam suatu masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala-gejalanya. Karena disini akan terlihat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat.
Kebudayaan suatu masyarakat atau bangsa pada umumnya dapat dikatakan berkembang apabila di dalam kebudayaan itu sendiri terdapat hal-hal baru yang bukan bersal dari kebudayaan setempat. Pembauran masyarakat dan budaya merupakan salah satu sebab timbulnya sesuatu yang baru. Hal ini terjadi karena adanya kontak antara masyarakat lokal dengan masyarakat pendatang yang akhirnya menciptakan suatu difusi kebudayaan. Pembauran budaya yang tidak seimbang akan menyebabkan suatu perombakan budaya, karena masyarakat penerima tidak tertutup kemungkinan akan memicu timbulnya suatu konflik yang dilatar belakangi oleh pertikaian antar etnis.
Perkembangan awal masyarakat asli Kalimantan dapat diketahui melalui cerita rakyat dikalangan masyarakat tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui bersama masyarakat asli Kalimantan terkenal dengan kehidupan mereka tidak bisa dilepaskan dari sungai. Tidak mengherankan pada saat itu lalu lintas yang menghubungkan daerah-daerah adalah dengan menggunakan perahu sungai. Sungai-sungai mengalir hampir di setiap daerah sehingga perahu merupakan alat transportasi utama. Dayak, sebagai penduduk asli Kalimantan sebagian besar bermukim di tepi-tepi sungai yang terletak di daerah pedalaman.
Dalam kehidupan masyarakat asli Kalimantan, pola pergaulan biasanya ditentukan oleh prinsip-prinsip kerukunan dan saling menghormati. Hal ini dapat kita lihat dari cara kehidupan mereka sehari-hari. Masyarakat tersebut memiliki karakteristik yang cukup kuat, yaitu kesederhanaan dengan cerminan watak alami yang menjadi ciri-ciri melekat pada kepribadiannya, yang secara turun menurun diajarkan oleh leluhur untuk selalu bersikap apa adanya, dan tidak memaksakan diri untuk hidup yang lebih cukup. Hal tersebut dapat dilihat secara sekilas dari gambaran tampilan pemukiman mereka yang tampak sederahana dan tradisional. Namun, jika diperhatikan lebih dalam lagi terdapat gejala yang sangat menarik dalam kehidupan mereka, antara lain terlihat adanya pergeseran-pergeseran nilai tradisional pada aspek ekonomi, sosial, budaya dan religi sebagai imbas dari pembauran masyarakat asli dengan etnis pendatang. Di kalangan mereka akhirnya terjadi penyerapan budaya baik oleh pribumi maupun pendatang.
Dengan demikian dalam kehidupan modern saat ini adanya perpaduan budaya tersebut dapatlah kita lihat yang nampak dalam kehidupan mereka dan diwarnai adanya pengaruh tersebut.
0 Tanggapan ke “Keberadaan masyarakat asli ditengah Masyarakat pendatang”