Sejak beberapa bulan yang lalu blog ini terserang penyakit sindrom malas ngeblog, sehingga menyebabkan menjadi malas menulis tentang yang remeh-temeh. Padahal dulu biasanya sering menulis, habis belajar hal baru yang macam bagaimana, sehingga habis gelap terbitlah terang. Yup, lagi terserang sindrom kebosanan yang aneh. Aneh karena jaman dulu direpotkan dengan tetek-bengek menulis. Tapi entah kenapa dan entah bagaimana prosesnya, akhirnya malah jadi malas habis-habisan. Parahnya sekian lama berkenalan dengan facebook menambah parah blog ini terkena penyakit sindrom malas ngeblog. Sehingga bagi pengunjung harap maklum apabila blog ini bagaikan rumah tak berpenghuni.
Litosfer dan Pedosfer
•Maret 21, 2010 • 6 KomentarSecara etimologis, litosfer berasal dari kata lithos yang berarti batuan dan sphaera yang berarti lapisan-lapisan. Litosfer adalah kerak bumi paling luar yang terdiri dari batuan. Kandungan senyawa kimia yang paling banyak dalam litosfer adalah oksida silikon (Si02), sehingga litosfer dapat juga dinamakan lapisan silikat. Dalam pada itu, Litosfer merupakan lapisan batuan kulit bumi mengikuti bentuk bumi yang bulat dengan ketebalan kurang lebih 1.200 Km. Tebal kulit bumi tidak merata hal ini dikarenakan kulit bumi di bagian benua/dataran lebih tebal dari pada di bawah samudera. Bumi tersusun atas beberapa lapisan dimulai dari lapisan inti bumi, yaitu Barisfer, lapisan pengantara dan litosfer. Pada Litosfer terdapat juga dua lapisan yaitu lapisan sial dan sima.
Pupus
•Maret 19, 2010 • 1 KomentarBarangkali pertanyaan sederhana yang sering dijumpai manakala kita mengalami kegagalan, kenapa hidup di dunia ini tidak berjalan mulus? mengapa kita tidak selalu mendapatkan keinginan? untuk menyikapi hal ini seharusnya kita selalu yakin bahwa kesempurnaan hanyalah milik yang maha kuasa. Keinginan untuk selalu sempurna biasanya mendorong munculnya perasaan tidak mampu melakukan apa pun. seorang pengecam diri akan cenderung selalu berlebihan dalam menyikapi kekurangan. Kita suka memfokuskan satu hal negatif dan memikirkannya secara terus menerus. Hal ini justru akan bisa menghancurkan diri. Kecaman yang dialamatkan pada diri anda kadang membuatnya mengalami depresi, marah, tidak bersyukur, rendah diri atau egois. Dalam pada itu, hal tersebut akan berubah menjadi Continue reading ‘Pupus’
Nelayan
•Maret 15, 2010 • Tinggalkan Sebuah KomentarMemandang hampar lapisan pulau
panorama laut kharisma pantai
gelombang besar membawa buih
hapuskan pasir bertulis kata
riak suara ombak kedamaian
pasang surut arus
tumbuhan hijau terbawa gelombang
angin berbisik di tengah samudera
membawa mutiara ketepi pantai
pasir putih menghampar indah
sandaran perahu gemuruh ombak
burung berkicau nyiur melambai
di tengah samudera badai terhempas
tragedi nelayan di dalam pukat
matahari terbenam bulan bersinar
Harap-harap Cemas
•Maret 10, 2010 • 1 KomentarBarangkali kondisi tersebut sangat sesuai untuk menggambarkan keadaan seseorang yang di tengah menunggu sesuatu yang kiranya menimbulkan kemelut dihati berharap sesuatu tapi cemas. Pasalnya, kondisi ini bisa kita jumpai dalam kehidupan sekitar, sebut saja seluruh orang tua berharap tapi cemas di saat memasuki ajaran tahun baru apakah anaknya diterima di sekolah tujuan, seorang manusia yang menyatakan perasaan cintanya pada seorang ke kasihnya meskipun dibayangi ketakutan akan ditolak, siswa menghadapi UAN dibayangi ketakutan tidak lulus, ironisnya lagi para pengusaha pun dalam berusaha mengejar kesuksesan juga dibayangi ketakutan mengalami kegagalan. Barangkali kira-kira begitulah dapat kita umpamakan situasi dan kondisi manusia berharap tapi dibayangi perasaan tidak tenang dan cemas.
Iri dan Dengki
•Maret 10, 2010 • Tinggalkan Sebuah KomentarPernah kita merasa tidak nyaman dengan keberhasilan orang lain? Senang bila bisnis teman merosot? Lega atas musibah yang menimpa tetangga? Atau tak rela bila pujian bukan untuk kita? Berkaitan dengan itu akan memunculkan bencana yang lebih besar. Penyakit iri dan dengki dapat menimpa siapa saja. Tak peduli status sosial, umur, dan jenis kelamin. Bahkan dengki pun bisa menjangkiti seorang pemimpin. Manakala mereka terlena dengan dunia dan terbius hawa napsunya. Iri dan dengki bisa muncul di kancah politik, di pasar, di kantor, atau di sekolah. Termasuk dalam pergaulan sehari-hari.
???????
•Februari 24, 2010 • 3 KomentarPeristiwa penting tak pernah terulang kembali dan semua terjadi dimuka bumi ini tak ada yang abadi. Berkaitan dengan itu, sebuah lukisan sederhana ini dan goresan pena sederhana yang terpilih dapatlah kiranya dikenang sepanjang masa agar tak hilang ditelan waktu. Buat teman-teman fotonya yang tidak termuat jangan kecewa dikarenakan hanya ini saja yang diperoleh. Bagi pengunjung yang mengenal pemilik blog ini diharapkan jangan menggunakan nama samaran apabila meninggalkan komentar. Salam silaturahmi dimana pun kalian berada

Komentar Terakhir